Selasa, 04 Mei 2010

TRIK LULUS TES PTN (2) KUASA SOAL TES PTN SEJAK DINI

PTN tetap menjadi impian utama sebagian besar alumni SLTA sekalipun telah banyak PTS yang statusnya disamakan. Dari data yang ada memang kadang terjadi peserta seleksi PTN menurun dibadingkan dengan tahun sebelumnya sekalipun jumlah lulusan SLTA sebenarnya relatif meningkat.
Tidak mengherankan karena sekarang banyak PTN menjaring calon mahasiswa sedini mungkin, berebut siswa SLTA berprestasi dengan iming-iming yang sangat menarik, tanpa tes. PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan) bukan lagi milik IPB, hampir semua PTN menerapkannya. Bahkan beberapa PTS pun menerapkan cara tersebut, diiringi dengan kesempatan meraih beasiswa dan sebangsanya.
Mungkin juga karena sekarang telah banyak berdiri lembaga-lembaga pendidikan keahlaian praktis (maaf kalau penulis tidak menyebukan sebagai lembaga pendidikan siap pakai).
Tetapi apakah gejala ini bukan tidak mungkin tejadi karena ketidaksiapan siswa dalam dalam menghadapi pesta tahunan itu?
Itulah sebabnya penulis ingin mencoba berbagi pengalaman, walaupun hal ini telah begitu lama terjadi, sebab kalau belum terjadi tentu saja bukan pengalaman namanya. Dari lima kelas IPA di sekolah kami seangkatan lebih dari 30 orang tersebar di berbagai PTN lewat jalur kiri alias PMDK dan sukses ini kemudian disusul oleh sebagian besar rekan kami yang lolos via jalur kanan alias Tes Masuk PTN yang saat itu bernama SIPENMARU (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru).
Beberapa orang diantaranya bahkan bisa mulus studi keluar negeri setelah lewat beasiswa BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) yang saat itu dimotori BJ Habibie. Tidak sedikit juga diterima di perguruan tinggi kedinasan seperti STAN, APDN (sekarang STPDN) dan lain-lain. Bahkan ada satu kelas yang cuma satu orang yang harus kuliah di PTS, tapi malah bikin yang lain berigidik, soalnya sohib yang satu ini diterima di FE sebuah PTS papan atas di negeri ini ?
Keberhasilan mengentaskan alumni yang mau tak mau harus ke PT ini teryata telah dirintis sejak kami duduk dibangku kelas I. Soal-soal test masuk perguruan tinggi negeri menjadi kosumsi harian. Demikian juga soal-soal tes masuk ITB tahun 60 sampai 70-an juga menu yang lezat. Apalagi daun-daun muda (soal-soal Sipenmaru terbaru) merupakan lalapan yang enak untuk dakaredok (dibikin pecel) bersama pelajaran yang sesuai dengan kurikulum (waktu itu Kurikulum 1975).
Jangan beranggapan siswa di sekolah kami menjadi korban ulah oknum guru yang selingkuh dengan penerbit XYZ apabila semuanya mempunyai buku kumpulan soal tes masuk PTN atau buku lainnya yang sama, terbitan XYZ. Tidak sama sekali.
Dipintu masuk jelas-jelas terpampang ”Dilarang Jual Beli Buku Jenis Apapun” pada sehelai kertas seperempat folio tetapi konsekuensinya yang dikandungnya mungkin bisa seperempat dunia ! Bahkan buku-buku terbitan swasta itu hampir tidak pernah disuruh dibuka di kelas, kami sudah lebih dari kenyang kalau pun hanya menyantap terbitan Balai Pustaka yang dapat diperoleh dari perpustakaan sekolah.
Kalau kami beli terbitan swasta hanyalah sebagai pelengkap yang banyak membantu untuk belajar dirumah dan kalau pembaca baca Trik Lulus Tes PTN (3) nanti pasti tahu betapa kami sangat perlu buku begitu banyak. Yang harus dipahami adalah bahwa membeli buku dan memilikinya bukanlah suatu tujuan akhir, tetapi merupakan langkah awal dari suatu pekerjaan yang sangat berat, belajar!
Penguasaan soal tes masuk PTN sejak dini yang diterapkan di sekolah kami telah membawa kegelimangan, sebagian besar lulusnya memasuki jenjang pendidikan tinggi sesuai dengan hasrat masing-masing. Tentu tidak semua dapat diterapkan, bahkan sebagian besar sekolah akan menolaknya.
Oleh karena itu, siswalah yang menentukan. Kalau sekolah tidak menerapkan, maka menerapkannya di rumah adalah alternatif terbaik. Penolakan guru tentu beralasan, mulai dari tidak sesuai dengan kurikulum sampai masalah klasik yang selalu disembunyikan, ”Saya tidak siap !”
Rentetan langkah-langkah yang dapat ditempuh agar dapat menguasai soal Tes PTN sejak dini secara mandiri adalah sebagai berikut:
1. Memiliki buku-buku soal test masuk PTN atau perguruan tinggi swasta favorite ataupun perguruan tinggi kedinasan. Jangan pedulikan tahunnya, walaupun sudah tua sekalipun. Buku-buku ringkasan materi untuk persiapan UMPTN yang banyak beredar di pasaran akan sangat bermanfaat. Apakah sejak kelas I SLTA harus sudah memiliki? Akan lebih afdol lagi.
2. Cari tahu segera materi pelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku (setiap tingkatan, kelas I, II dan III). Dibuat coretan ringkasan kisi-kisi untuk setaip pelajaran, terutama yang biasa menjadi bahan untuk Tes PTN. Dapat diambil dari Daftar Isi buku pelajaran yang menjadi buku wajib di sekolah.
3. Kalau buku yang dimiliki hanya kumpulan test masuk PTN tahunan atau bahkan tahunnya sudah tidak di ketahui lagi, ya... pelajari satu per satu soal dan tandai dengan tanda yang mudah diingat. Misalnya ”II/3” bila soal tersebut sesuai dengan materi pelajaran kelas II semester ke-2 dan seterusnya. Bagi siswa yang masih kelas I, soal yang sesuai dengan materi kelas I itu saja yang ditandai, yang lain tetap dikosongkan untuk mengfindari kekeliruan nantinya.
4. Lebih mudah kalau bukuknya merupakan ringkasan materi plus contoh-contoh soal test UMPTN yang pernah keluar atau soal-soal yang telah di kumpulkan atau di kelompokkan oleh editornya sesuai dengan materi pelajaran. Tinggal menyesuaikan daftar isinya dengan cara seperti di atas.
5. Kalau sudah begitu, mau apa lagi? Belajar dan belajar. Belajarlah sebelum ada aturan ”dilarang belajar !”
Pengenalan sejak dini soal-soal test masuk PTN sangat membantu siswa dalam memperdalam materi pelajaran yang sesuai dengan kurikulum. Yang paling penting tentu menjadikan siswa siap menghadapi soal-soal test yang diadakan oleh pihak manapun, termasuk tentunya soal Tes Masuk PTN itu lho ! Alhasil sekolah kami pernah rangking 1 tingkat propinsi dengan nilai rata-rata 7,2. Suatu prestasi yang bukan hanya di banggakan tetapi juga harus dipertanggungjawabkan.
Tentu tidak hanya sampai disitu, anekdot ”Angkatan terakhir kurikulum 1975 mau tidak mau harus dinaikan!" sungguh tidak berlaku. Karena memang tidak ada yang memenuhi syarat untuk tidak naik kelas !
Penguasaan materi tingkat tinggi ini sering juga merepotkan guru praktek PT tetangga yang tidak jarang kelimpungan dan memeras otak. Apalagi jika mahasiswa praktek itu sok menonjolkan diri, sering dibuat uring-uringan dengan soal-soal yang jauh lebih dari sekedar sulit.
Sebagai akhir tulisan bagian kedua ini penulis ingin berbagi pendapat dengan para guru untuk memperkenalkan soal test masuk PTN atau soal-soal yang berbobot lain kepada siswanya sejak dini, baru kelas I sekalipun.
Bagi para siswa, hendaknya mempunyai tekad dan tujauan yang disertai disiplin belajar untuk mencapainya. Karena sebenarnya yang dituntut adalah kreativitas siswa itu sendiri. Sekalipun terkadang kreativitas tidak berkembang tanpa disulut dulu oleh guru.
Mulailah dari sekarang, tidak ada kata ”terlalu cepat” seperti halnya tidak ada kata ”terlalu lambat” untuk memulai.
Semoga bermanfaat.

PESAN SPONSOR======================================================

Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :

http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto

========================================================TERIMAKASIH

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar